Pages

Mendiknas Bernostalgia di SMP Wachid Hasyim








Surabaya - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengunjungi SMP Wachid Hasyim di Jalan Sidotopo Wetan. Selain bernostalgia, sebagai lulusan SMP Wachid Hasyim tahun 1975, Nuh juga memberikan sumbangan mesin printer dan pencetak buku sekolah elektronik (BSE).


Pria yang juga pernah menjabat sebagai Menkominfo ini berharap supaya para siswa yang kini sedang menempuh wajib belajar tidak kehilangan masa depan. Baginya, 30 tahun ke depan nanti, para generasi Indonesia ini harus jauh lebih baik dari sekarang. Disamping bersilaturrahmi dengan mantan guru, Nuh pun menceritakan pengalamannya semasa sekolah dulu yang juga dekat dengan keterbatasan.

"Dulu saya juga pernah merasakan bagaimana susahnya menempuh pendidikan. Orang tua saya saat itu bekerja sebagai petani. Nah, saya ingin, dengan segala keterbatasan, anak-anak justru jangan sampai kehilangan masa depan, harus optimis dengan cita-cita yang telah tertanam," kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh saat berbincang santai dengan para siswa dan siswi di halaman SMP Wachid Hasyim Jalan Sidotopo Wetan Baru no 37, Surabaya, Sabtu (19/3/2011).

Menanggapi berbagai fasilitas sekolah yang masih syarat keterbatasan, Nuh tetap menyemangati para guru dan siswa. Baginya, latar belakang keluarga yang tidak begitu mampu harusnya menjadi cambukan para siswa untuk terus semangat mencapai cita-cita.

Sementara untuk membantu fasilitas dan peralatan sekolah, Mendiknas hadiahi siswa dua alat print, colour dan hitam putih, dua buah LCD serta dua buah laptop untuk operasional. Bantuan ini dirasa sangat membantu proses belajar mengajar, khususnya bagi para siswa yang tak perlu lagi membeli buku yang harganya selangit. Pasalnya, Nuh telah membeli 900 judul buku yang kini dapat diakses di domain kemendiknas lalu dapat langsung didownload para siswa.

"Bantuan dari Pak Nuh sangat membantu dan menunjang operasional sekolah, terimakasih," tutur Kepala Sekolah SMP Wachid Hasyim, Askur.

Dengan bantuan peralatan ini, SMP Wachid Hasyim setidaknya telah mendapat solusi tersendiri untuk mencetak buku bagi para siswa. Nuh berharap supaya di masa yangakan datang, persoalan buku tak lagi menjadi kendala di lapangan. Sebelumnya, Mediknas juga telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan HP (Hewlett-Packard) terkait penyediaan perangkat cetak BSE.



sumber : detik.surabaya.com

0 komentar:

Posting Komentar

Recent Post Jech....